Kembangkan Olahraga Selam Laut Indonesia

sp.beritasatu.com [JAKARTA] PB Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) bersama Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) terus mempopulerkan dan mengembangkan olahraga maupun wisata selam laut Indonesia. Banyak pihak menilai olahraga selam terkesan mahal, padahal belum tentu. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih 35 spot dengan 736 titik lokasi penyelaman di 30 provinsi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Sebagai induk organisasi selam, selain fokus ke prestasi para atlet selam, kami juga ingin tata kelola industri selam dapat teratur dan terarah dengan baik. Bila sudah demikian, para peselam pun jadi terbantu dengan banyakya kegiatan maritim baik untuk menarik masyarakat belajar, wisata selam maupun olahraga prestasi menyelam,” kata Sekjen PB POSSI, Aditya Vilyanto di sela acara Musyawarah Nasional II PUWSI di Jakarta, Rabu (5/9).

Indonesia memiliki banyak destinasi diving yang sangat indah dan kaya akan keragaman hayati. Namun demikian, industri wisata selam dalam negeri masih membutuhkan banyak langkah pengembangan supaya pelaku usahanya bisa bersaing secara global.

“Di Indonesia ada banyak dive guide yang punya dive log (pengalaman menyelam) sampai ribuan kali. Tapi kalau ditanya sertifikatnya apa, ternyata mereka masih open water (tingkat dasar). Ini yang harus kita benahi. Industri selam perlu melakukan standarisasi kompetensi,” jelas John E. Sidjabat, Ketua PUWSI demisioner yang sudah kerap kali terlibat dalam perumusan Standar Kerja dan Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang wisata bahari.

Di samping standar kompetensi SDM, Munas ke-2 PUWSI juga membahas tentang perlunya standar kualitas pelayanan, standar keamanan dan keselamatan kerja, legalitas usaha, serta kemitraan industri selam dengan berbagai pihak.

“Industri selam perlu juga bermitra dengan berbagai lembaga, seperti dengan asosiasi dokter kelautan untuk penanganan kecelakaan selam, ataupun bermitra dengan pemerintah mulai dari Kemenpar, Kemenaker, KKP, dan berbagai instansi terkait lainnya,” jelas Agus Widayanto, anggota Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Bawah Laut (TPPWB) Kemenpar.

Sementara itu, Abi Carnadie selaku instruktur selam dan Ketua Dewan Pengawas PUWSI mengatakan wisata selam di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, survei media internasional menunjukkan, Indonesia adalah destinasi selam terbaik dunia.

“Ada total lebih 35 site penyelaman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terbanyak di wilayah timur. Belum lagi kini kami kembangkan 10 destinasi Bali baru. Destinasi ini kami bilang sebagai unggulan,” kata Abi yang juga anggota Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Bawah Laut.

Di samping menjadi ajang diskusi perihal strategi pengembangan industri selam nasional, Munas ke-2 PUWSI juga memilih Ricky Soerapoetra sebagai Ketua PUWSI periode 2018-2021.“Saya harap ke depannya PUWSI bisa terus mengembangkan industri selam Indonesia menjadi lebih profesional, berkelanjutan, dan bisa lebih menyejahterakan anggotanya,” ujar Ricky. [H-15]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *