PUWSI Menghadiri rapat bersama Kemenpar untuk pengajuan KBLI 2020

Dalam rangka kemajuan industri selam pada khususnya dan industri pariwisata tirta pada umumnya, maka Kementrian Pariwisata telah melakukan serangkaian pertemuan bersata stake holder dalam rangka menyusun KBLI 2020 yang akan merevisi KBLI 2017 yang sudah ada.

KBLI adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu definisi dari jenis kegiatan usaha yang dapat dilakukan di Indonesia. Dengan demikian maka usaha di Indonesia akan sudah secara baku diklasifikasi sesuai kelas-kelas yang ada. Misalnya di Industri selam, dalam KBLI 2017 masuk ke dalam no. 93242. Pencantuman sesuai judul dan nomor ini harus baku digunakan mulai dari AKTA perusahaan yang akan dan sudah didirikan. Selanjutnya, definisi dalam AKTA pendirian perusahaan yang baku tersebut akan digunakan untuk pengurusan perijinan, sampai dengan perijinan teknis. Untuk Wisata selam, maka perijinan teknis yang diperlukan adalah Tanda Usaha Pariwisata (Selam).

Pembakuan klasifikasi usaha ini terkait juga juga dengan penerapan OSS (Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik) yang dapat diakses di oss.or.id. Jika dalam AKTA pendirian usaha di bidang selam belum sesuai KLBI, maka perusahaan atau entitas usaha tersebut perlu terlebih dahulu menyesuaikan klasifikasi usahanya dengan melakukan perubahan AKTA.

Rapat yang dilangsungkan di Gedung Kemenpar Pada Tanggal 19 September 2019 lalu bertujuan untuk melanjutkan pembicaraan sebelumnya dan usaha finalisasi rancangan KBLI baru yang akan disampaikan ke pihak Badan Pusat Statistik. BPS pada Tahun 2020 akan mengeluarkan KBLI dimaksud sebagai pembaruan dari BKLI 2017. Oleh sebab itu, koreksi dan perbaikan pada KBLI adalah keharusan dalam mendukung kegiatan usaha.

Dalam rapat kali ini peserta rapat sepakat untuk tetap menggunakan 1 klasifikasi pada no. 93242 untuk Usaha Selam dan mengoreksi deskripsi agar dalam klasifikasi tersebut seluruh kegiatan selam dapat termasuk. Perbaikan yang diusulkan adalah menambahkan definisi usaha selam termasuk dalam : Kegiatan Edukasi/ trainning, Penjualan peralatan , Usaha Trip/ pengalaman selam. Dalam perbaikan kali ini juga diusulkan untuk dimasukkan ke dalam usaha selam yaitu usaha snorkeling, freediving dan sea walker. Dengan demikian, cukup dengan satu klasifikasi, maka seluruh kegiatan usaha dibidang selam wisata sudah tercakup.

Meeting selanjutnya akan dilakukan pada sekitar satu bulan ke depan untuk finalisasi terakhir sebelum draft diajukan oleh kemenpar ke BPS.

Terkait dengan subject ini Pengurus Pusat PUWSI dalam waktu dekat akan mengadakan diskusi internal. Kami persilahkan seluruh anggota menunggu pengumuman lebih lanjut dan menghadiri forum diskusi internal tersebut, yang akan menhadirkan praktisi dan pelaku usaha yang sudah menyelesaikan proses perijinan sesuai KBLI dan OSS.

refferensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *