Category Archives: Uncategorized

HASIL SURVEY INDUSTRI DIVING TERDAMPAK COVID-19

Status per April 2020

Hasil dari survey jejak pendapat PUWSI terhadap pelaku industri Wisata Selam khususnya dan industri wisata pada umumnya.

PUWSI terus membuka jejak pendapat dan menerima masukan terkait usaha bersama untuk ‘recovery’ dan penanggulangan kondisi sulit industri pariwisata selam terkait pandemi covid-19 .

PUWSI berharap masukan yang uptodate dan terkini serta progresive untuk menjadi dasar strategi penanggulangan bersama dan masukan kepada pihak terkait , termasuk pemerintah dan stake holder lainnya.

Belajar Menyelam (Scuba Diving) Dari Rumah?

Menyelam identik dengan air. Tapi bagi Anda yang belum pernah menjajal betapa menyenangkannya dengan alat scuba, maka sekarang adalah saat yang tepat. Karena belajar menyelam sekarang bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, tanpa air!

Indonesia adalah salah satu Negara tujuan wisata selam dunia. Dari Sabang sampai Merauke, bawah laut Indonesia menampilkan keanekaragaman hayati dan terumbu karang beraneka warna. Ribuan jenis ikan dan biota laut, dari yang hanya seujung jari hingga sebesar truk pun ada. Indonesia bahkan menjadi bagian dari jantung karang dunia (coral triangle). Nah, untuk menikmati itu semua salah satunya adalah dengan scuba diving.

Scuba diving atau menyelam dengan alat scuba adalah aktivitas ekstrim yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah menempuh kursus menyelam secara khusus dan mengantongi sertifikasi dari agensi penyelaman yang diakui secara internasional dan sesuai dengan standar dunia.

Lalu, belajar menyelam tanpa air bagaimana bisa? Teknologi menjawabnya. Dengan merebaknya virus COVID-19 di seluruh dunia yang berpotensi mengubah tatanan kehidupan manusia, teknologi menyelamatkan aktivitas manusia yang terganggu. Salah satunya, fasilitas belajar menyelam secara daring yang dapat dilakukan di mana saja, termasuk di rumah Anda sendiri.

Memulai kursus

Secara umum pada kondisi normal, kursus scuba diving meliputi 3 tahap, yaitu teori atau kelas, praktek di kolam renang, dan uji praktek di laut terbuka. Tahap pertama, pembelajaran teori berisi tentang pengetahuan secara khusus tentang penggunaan teknis alat scuba, teknik penyelaman dan kimia diving. Menyelam dengan scuba maupun perangkat lainnya berpotensi menimbulkan risiko-risiko khusus. Karena itu seorang diver harus memiliki pengetahuan khusus tentang kegiatan yang dilakukannya. Misalnya, efek tekanan yang bertambah 1 atm per 10 meter, pengaruh nitrogen terhadap tubuh, dan sebagainya.

Kedua, praktek di kolam renang atau confine water. Kegiatan di kolam renang ini dilakukan agar setiap diver dapat mempraktekkan secara langsung semua SOP dari teori yang telah dipelajari sebelum melakukan kegiatan sebenarnya di laut terbuka. Ketiga, adalah melakukan uji kegiatan di laut terbuka. Jika dapat melalui seluruh tahapan ini, maka seorang murid kursus diver akan mendapatkan sertifikasi. Dengan license ini, seseorang sudah dianggap mampu mengikuti kegiatan ekstrim scuba diving.

Dalam kondisi saat kita semua hanya bisa berdiam di rumah, dengan bantuan teknologi internet dan perangkat daring, kursus scuba diving dapat tetap dilakukan. Hampir seluruh agensi yang dapat mengeluarkan sertifikasi menyelam telah mengeluarkan fasilitas kursus secara daring, baik dari level pemula sampai dengan level professional.

Bahkan kemajuan teknologi saat ini, kegiatan kelas dan teori dapat dilakukan secara daring sepenuhnya. Beberapa materi kursus diving juga didesain secara khusus atau disebut juga kursus “kering”, misalnya kelas Nitrox dan Science of Diving. Dengan cara ini, peserta dapat menyelesaikan sertifikasinya tanpa melalui tahap diving di laut terbuka dan atau kolam renang.

Konten digital

Menyikapi perubahan sosial di masyarakat yang kini dihimbau agar dilakukan social distancing, sejumlah agensi diving bahkan telah mencanangkan materi kelas atau teori wajib dilakukan secara daring. Tetap dengan asisten instrukturnya, siswa harus masuk ke laman atau aplikasi mobile untuk dapat mengakses materi-materi teori kursus. Materi kursus berisi modul berupa video, audio, dan text atau tulisan, untuk menggantikan kursus sebelumnya yang dilakukan secara tatap muka antara siswa dan instrukturnya. Agensi tidak lagi menyediakan buku dan menggantinya dengan konten digital.

Komunikasi antara siswa dan instruktur tetap dapat terjadi. Sejumlah platform komunikasi daring saat ini sudah banyak tersedia, baik conference call, video call, bahkan meeting online pun sudah dapat dilakukan untuk menggantikan tatap muka secara fisik. Komunikasi antara siswa dan instruktur tetap harus terjadi setelah siswa belajar secara daring mandiri sebelum dilanjutkan praktek di kolam renang jika situasi memang sudah memungkinkan.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengisi waktu di rumah saat ini dengan mengikuti kursus scuba diving secara daring, dapat mendaftarkan diri langsung ke Dive Center atau instruktur scuba diving. Pilihlah Dive Center yang berafiliasi dengan agensi yang telah memiliki kualifikasi yang baik dan sudah memenuhi standard internasional (ISO) dan standar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) dapat menjadi referensi bagi Anda untuk memilih tempat kursus yang baik. Saat ini PUWSI memiliki 82 anggota pelaku usaha (Dive Center) yang tersebar di seluruh Indonesia. Seluruh sertifikasi diving yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan yang telah menjadi anggota PUWSI ini adalah sertifikasi Internasional yang dapat diterima di seluruh dunia dengan standar yang tinggi.

Nah, menarik bukan? Di saat Anda memiliki banyak waktu di rumah seperti saat ini, Anda dapat menambah keahlian khusus seperti menyelam. Sehingga pada saatnya nanti wabah COVID-19 mereda dan Anda sudah bisa kembali melakukan perjalanan, lautan Indonesia sudah menanti Anda untuk menawarkan keindahannya.

Cara ini juga bisa menjadi salah satu solusi untuk Anda tetap membantu para pekerja di sektor wisata bahari, khususnya selam yang terpukul dengan adanya pandemi ini.

Industri selam rekreasi nyaris mati karena pembatasan perjalanan. Saat ini hampir seluruh tempat wisata telah secara resmi ditutup untuk menghindari peyebaran virus tersebut. Labuan Bajo, Raja Ampat dan bahkan Kepulauan Seribu pun tidak dapat dikunjungi wisatawan. Karena itu, dengan mengikuti kursus diving secara daring maka Anda ikut membantu menyelamatkan wisata selam dari situasi yang sulit ini. (end)

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi member kami di : http://puwsi.org/industri/

Archipelagic & Islands State (AIS) Forum 2019 di Manado – PUWSI Powertalk

Wisata Selam Berkelanjutan Harus Didukung oleh SDM Unggul MANADO, 31 Oktober 2019 – Pariwisata bahari Indonesia, khususnya wisata minat khusus selam, membutuhkan sumber daya manusia berkualitas untuk mendukung pertumbuhan sektor industri ini semakin berkembang pesat dalam 5 tahun terakhir. Selain kualitas skill atau keahlian khusus, tenaga kerja industri selam rekreasi harus sekaligus memiliki kesadaran lingkungan untuk menjamin kelestarian laut.

Di sela-sela penyelenggaraan acara berskala internasional tingkat menteri, Archipelagic & Islands State (AIS) Forum 2019 di Manado dengan salah satu agenda khusus ekowisata bahari, Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) memberikan perhatian khusus tentang pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia di sektor selam rekreasi karena peluang penyerapan tenaga kerja yang semakin terbuka. Kami mengapresiasikan Kementrian Kordinator Kemaritiman dan juga UNDP dengan adanya Forum Resmi ini. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas ini sejalan dengan pertumbuhan pariwisata bahari.

Data Kementerian Pariwisata menyebutkan potensi bisnis selam rekreasi bahkan mencapai 35% dari total nilai potensi wisata bahari di dalam negeri yang diperkirakan mencapai US$ 4 miliar. Karena itu, Kementerian Pariwisata juga telah menerbitkan peraturan menteri untuk mendukung pertumbuhan bisnis ini melalui Peraturan Menteri Pariwisata No.7/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Wisata Selam Rekreasi. Apalagi, wisata minat khusus ini merupakan kegiatan ekstrim yang dilakukan di alam terbuka dan memerlukan penanganan secara khusus. Misalnya, syarat adanya sertifikasi bagi wisatawan selam maupun pemandu wisata dan operator. Frans Rattu, Ketua Laboratory Dive Manado yang juga pengajar di Politeknik Negeri Manado, mengatakan orang-orang yang bekerja di industri diving ini adalah mitra utama bagaimana industri wisata selam akan dikembangkan. Tanpa kualitas yang sesuai dengan ketentuan dan tidak memiliki kesadaran akan lingkungan, akan sulit mengharapkan wisata bahari yang maju dan ramah lingkungan. “Instruktur diving dan sumber daya manusia yang bekerja di sektor ini adalah ambassador atau duta bagi laut. Mereka yang akan mengajarkan bagaimana menyelam dengan baik sekaligus menjaga laut,” katanya di sela-sela AIS Forum di Kawasan Megamas Manado.

Politeknik Negeri Manado adalah satu-satunya lembaga pendidikan tinggi yang memiliki jurusan khusus wisata selam yang hanya menerima sedikitnya 24 siswa setiap tahunnya. Frans Rattu, yang juga instruktur trainer selam kawakan ini, mengakui seluruh siswa lulusan didikannya terserap di berbagai daerah. Bahkan, Frans sebagai Koordinator Wilayah Destinasi Sulawesi Utara PUWSI mengaku semakin kewalahan memenuhi permintaan akan tenaga kerja berkualitas dari para pengusaha atau operator selam. Ketua Umum PUWSI Ricky Soerapoetra mengatakan Manado memiliki potensi untuk menjadi contoh pembangunan industri selam berkelanjutan dengan daya tarik Taman Nasional Bunaken dan dukungan pembangunan sumber daya manusia dari Politeknik Negeri Manado. Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah industri selam rekreasi dapat bertumbuh secara berkelanjutan, mengingat adanya peraturan yang dapat menguntungkan semua pihak terutama pelaku industri lokal. Operator selam yang telah berafiliasi kepada lembaga standarisasi telah banyak di temukan di Indonesia dan wisatawan wajib memiliki sertifikasi selam yang memenuhi standar pendidikan selam rekreasi sesuai dengan Peraturan Menteri Pariwisata No.7/2016 sebelum melakukan kegiatan penyelaman. “Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan musim tropis yang panjang maka dunia juga sudah menyadari bahwa Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati bawah laut yang tinggi, maka tugas industri adalah menjaga keberlanjutan usaha dengan menjaga alam sekitarnya. Tidak hanya menjaga alam dan potensi usaha yang ada, namun industri wajib mengutamakan keselamatan bekerja dan kenyamanan wisatawan.” Pariwisata sudah menjadi tulang punggung pendapatan daerah sehingga wisata bahari khususnya selam rekreasi, wajib dikembangkan bersama secara profesional. “Kami berharap seluruh mitra baik dari pemerintah, asosiasi, LSM dan pelaku usaha itu sendiri dapat bekerja sama untuk kepentingan industri wisata selam secara berkelanjutan.” Khususnya di Sulawesi Utara dengan daya tarik Taman Nasional Bunaken, data Dinas Pariwisata Sulawesi Utara menyebutkan kunjungan wisatawan mancanegara untuk wisata selam naik lebih dari 500% dalam 5 tahun terakhir. Dari tahun 2015 tercatat hanya 27.059 orang, melambung menjadi 127.879 orang dalam waktu 3 tahun saja. Tanpa pendekatan wisata selam yang ramah lingkungan, kondisi ini akan menjadi boomerang bagi Bunaken. Sementara itu, saat ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang disahkan oleh Presiden Joko Widodo sehingga peluang ekonomi daerah dan nasional akan terbuka untuk mengembangkan wisata bahari di daerah ini. “Dengan adanya pengembangann KEK, besar harapan saya tekanan terhadap alam di Taman Nasional Bunaken dapat teredam. Keberadaan KEK akan memecah wisatawan yang saat ini terkonsentrasi hanya di satu kawasan. Intervensi manusia pada alam yang tidak terkendali akan secara langsung berdampak terhadap alam itu sendiri. Pada akhirnya, akan merusak daya tarik pariwisata di daerah itu sendiri. “ Pemerintah pusat dan daerah sebagai pemangku kepentingan utama juga perlu memperketat pengawasan daya tampung kawasan wisata sehingga kunjungan turis tidak berdampak langsung pada perusakan alam. “Kami meminta pemerintah daerah memiliki kebijakan khusus untuk mengatur kunjungan wisatawan di satu tempat dengan mempertimbangkan daya tampung daerah itu sendiri. Karena kekayaan alam yang berlimpah dengan didukung oleh pengelolaan oleh sumber daya manusia yang unggul akan menghasilkan manfaat untuk semua pihak,“ tambah Ricky. (end)

Untuk informasi lebih lanjut : Ricky Soerapoetra, Ketua Umum +6281274112888 infopuwsi@gmail.com www.puwsi.org

PUWSI Menghadiri rapat bersama Kemenpar untuk pengajuan KBLI 2020

Dalam rangka kemajuan industri selam pada khususnya dan industri pariwisata tirta pada umumnya, maka Kementrian Pariwisata telah melakukan serangkaian pertemuan bersata stake holder dalam rangka menyusun KBLI 2020 yang akan merevisi KBLI 2017 yang sudah ada.

KBLI adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu definisi dari jenis kegiatan usaha yang dapat dilakukan di Indonesia. Dengan demikian maka usaha di Indonesia akan sudah secara baku diklasifikasi sesuai kelas-kelas yang ada. Misalnya di Industri selam, dalam KBLI 2017 masuk ke dalam no. 93242. Pencantuman sesuai judul dan nomor ini harus baku digunakan mulai dari AKTA perusahaan yang akan dan sudah didirikan. Selanjutnya, definisi dalam AKTA pendirian perusahaan yang baku tersebut akan digunakan untuk pengurusan perijinan, sampai dengan perijinan teknis. Untuk Wisata selam, maka perijinan teknis yang diperlukan adalah Tanda Usaha Pariwisata (Selam).

Pembakuan klasifikasi usaha ini terkait juga juga dengan penerapan OSS (Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik) yang dapat diakses di oss.or.id. Jika dalam AKTA pendirian usaha di bidang selam belum sesuai KLBI, maka perusahaan atau entitas usaha tersebut perlu terlebih dahulu menyesuaikan klasifikasi usahanya dengan melakukan perubahan AKTA.

Rapat yang dilangsungkan di Gedung Kemenpar Pada Tanggal 19 September 2019 lalu bertujuan untuk melanjutkan pembicaraan sebelumnya dan usaha finalisasi rancangan KBLI baru yang akan disampaikan ke pihak Badan Pusat Statistik. BPS pada Tahun 2020 akan mengeluarkan KBLI dimaksud sebagai pembaruan dari BKLI 2017. Oleh sebab itu, koreksi dan perbaikan pada KBLI adalah keharusan dalam mendukung kegiatan usaha.

Dalam rapat kali ini peserta rapat sepakat untuk tetap menggunakan 1 klasifikasi pada no. 93242 untuk Usaha Selam dan mengoreksi deskripsi agar dalam klasifikasi tersebut seluruh kegiatan selam dapat termasuk. Perbaikan yang diusulkan adalah menambahkan definisi usaha selam termasuk dalam : Kegiatan Edukasi/ trainning, Penjualan peralatan , Usaha Trip/ pengalaman selam. Dalam perbaikan kali ini juga diusulkan untuk dimasukkan ke dalam usaha selam yaitu usaha snorkeling, freediving dan sea walker. Dengan demikian, cukup dengan satu klasifikasi, maka seluruh kegiatan usaha dibidang selam wisata sudah tercakup.

Meeting selanjutnya akan dilakukan pada sekitar satu bulan ke depan untuk finalisasi terakhir sebelum draft diajukan oleh kemenpar ke BPS.

Terkait dengan subject ini Pengurus Pusat PUWSI dalam waktu dekat akan mengadakan diskusi internal. Kami persilahkan seluruh anggota menunggu pengumuman lebih lanjut dan menghadiri forum diskusi internal tersebut, yang akan menhadirkan praktisi dan pelaku usaha yang sudah menyelesaikan proses perijinan sesuai KBLI dan OSS.

refferensi :