Category Archives: Uncategorized

PUWSI Audiensi ke Kementerian Pariwisata

Pada tanggal 19 November 2018 pengurus PUWSI yang diwakili ketua terpilih dan calon pengurus yang didampingi juga oleh salah satu Dewan Pengawas PUWSI yang juga merupakan anggota bidang 3 (Wisata Bawah Air) Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari, melakukan audiensi ke kementerian Pariwisata di jalan Merdeka Barat. Pertemuan antara PUWSI dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Bahari KEMENPAR ini bertujuan untuk mengenalkan Organisasi PUWSI dan berusaha menjalin silaturahmi yang baik antara kementerian dan PUWSI.

Disampaikan kepada Bapak Indroyono Soesilo bahwa PUWSI yang baru berdiri selama 3 tahun memiliki anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan terdiri dari pengusaha-pengusaha selam yang berafiliasi di berbagai agency penyelaman.

Diskusi berjalan dengan santai dan kekeluargaan yang mendiskusikan tujuan bersama yaitu meningkatkan iklim industri selam Indonesia. Secara khusus disampaikan bahwa Indonesia harus mampu meningkatkan kunjungan wisata penyelaman dan minimal dapat menyaingi kemajuan negara tetangga di bidang pengelolaan wisata penyelaman Indonesia.

Beberapa agenda yang direncanakan dengan segera antara lain adalah mengundang PUWSI dan para agensi selam dunia untuk dapat hadir dalam Fokus Discussion Group (FGD). FGD ini akan dilaksanakan oleh KEMENPAR dalam waktu dekat untuk membicarakan mengenai kondisi industri selam saat ini dan untuk mendapatkan masukan langsung dari industri mengenai usaha memajukan pariwisata penyelaman. KEMENPAR mengharapkan kalangan pelaku industri penyelaman untuk dapat hadir dan memberikan masukan positifnya kepada KEMENPAR.

Selanjutnya PUWSI berharap agar organisasi para pengusaha penyelaman ini dapat menjadi partner KEMENPAR dalam usaha bersama memajukan dunia penyelaman di Indonesia.

FGD Rancangan Petunjuk Teknis Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Pariwisata.

Pada tanggal 15 November 2018 di Hotel Ibis Thamarin, Jakarta, PUWSI menghadiri acara paparan dan diskusi Pematangan mengenai Pengurusan Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata atau yang kita kenal sebagai TDUP. Sesuai dengan Permen No. 10/ Tahun 2018 TDUP akan dapat diperoleh secara cepat dan relatif mudah melalui lembaga OSS. OSS adalah suatu sistem perijinan online yang berlaku nasional dan terintegrasi. Perizinan terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission adalah perizinan berusaha yang diterbitkan oleh KEMENKO perekonomian untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati / walikota kepada pelaku usaha.

Berdasarkan OSS setiap pengusaha, baik pribadi maupun badan usaha dapat mengajukan proses perijinan usahanya melalui http://oss.go.id. OSS akan menerbitkan NIB (nomor induk berusaha) yang setara atau dapat digunakan sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang sah. Di website tersebut pelaku usaha pariwisata juga dapat memperoleh dokumen pendaftaran NPWP, RPTK, pendaftaran BPJS, notifikasi kelayakan untuk fasilitas fiskal. Selanjutnya dengan sistem yang sama pelaku usaha dapat mengurus TDUP-nya secara online dan cepat.

Rezim pengurusan dengan sistem OSS ini mengubah paradigma baru mengenai pengurusan izin yang awalnya melalui DPM PTSP dengan melakukan verifikasi baru kemudian mengeluarkan izin, berubah menjadi sistem OSS langsung mengeluarkan perizinan berdasarkan komitmen dari pengusaha untuk menyelesaikan secara menyusul  persyaratannya. Dengan demikian, diharapkan terjadi pemangkasan birokrasi perizinan dan mempercepat pengusaha untuk dapat langsung melakukan usahanya.

Sistem OSS ini akan terintegrasi juga dengan DPM PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu) sehingga perizinan yang sudah ada tetap berlaku. Beberapa persyaratan yang diwajibkan kepada pengusaha untuk dilengkapi juga dapat disampaikan melalui DPM PTSP ini. Di versi OSS terbaru yang rencananya akan terbit di Desember 2018 para pengusaha akan dapat mengunggah berkas dokumen pendukung langsung ke sistem.

Pemerintah juga menetapkan bahwa izin operasional berupa sertifikasi usaha pariwisata harus segera diurus dalam jangka antara 2 – 6 tahun sejak TDUP dikeluarkan untuk mendapatkan TDUP efektif yang berlaku selama usaha berjalan.

Pengurus Pusat PUWSI merencanakan melakukan sosialisasi kepada seluruh anggota secepatnya terkait peraturan-peraturan terkait perizinan dan penggunaan system OSS ini. Diharapkan seluruh anggota PUWSI selanjutnya dapat melengkapi seluruh perizinannya dengan cepat.

Kembangkan Olahraga Selam Laut Indonesia

sp.beritasatu.com [JAKARTA] PB Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) bersama Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) terus mempopulerkan dan mengembangkan olahraga maupun wisata selam laut Indonesia. Banyak pihak menilai olahraga selam terkesan mahal, padahal belum tentu. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki lebih 35 spot dengan 736 titik lokasi penyelaman di 30 provinsi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Sebagai induk organisasi selam, selain fokus ke prestasi para atlet selam, kami juga ingin tata kelola industri selam dapat teratur dan terarah dengan baik. Bila sudah demikian, para peselam pun jadi terbantu dengan banyakya kegiatan maritim baik untuk menarik masyarakat belajar, wisata selam maupun olahraga prestasi menyelam,” kata Sekjen PB POSSI, Aditya Vilyanto di sela acara Musyawarah Nasional II PUWSI di Jakarta, Rabu (5/9).

Indonesia memiliki banyak destinasi diving yang sangat indah dan kaya akan keragaman hayati. Namun demikian, industri wisata selam dalam negeri masih membutuhkan banyak langkah pengembangan supaya pelaku usahanya bisa bersaing secara global.

“Di Indonesia ada banyak dive guide yang punya dive log (pengalaman menyelam) sampai ribuan kali. Tapi kalau ditanya sertifikatnya apa, ternyata mereka masih open water (tingkat dasar). Ini yang harus kita benahi. Industri selam perlu melakukan standarisasi kompetensi,” jelas John E. Sidjabat, Ketua PUWSI demisioner yang sudah kerap kali terlibat dalam perumusan Standar Kerja dan Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang wisata bahari.

Di samping standar kompetensi SDM, Munas ke-2 PUWSI juga membahas tentang perlunya standar kualitas pelayanan, standar keamanan dan keselamatan kerja, legalitas usaha, serta kemitraan industri selam dengan berbagai pihak.

“Industri selam perlu juga bermitra dengan berbagai lembaga, seperti dengan asosiasi dokter kelautan untuk penanganan kecelakaan selam, ataupun bermitra dengan pemerintah mulai dari Kemenpar, Kemenaker, KKP, dan berbagai instansi terkait lainnya,” jelas Agus Widayanto, anggota Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Bawah Laut (TPPWB) Kemenpar.

Sementara itu, Abi Carnadie selaku instruktur selam dan Ketua Dewan Pengawas PUWSI mengatakan wisata selam di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, survei media internasional menunjukkan, Indonesia adalah destinasi selam terbaik dunia.

“Ada total lebih 35 site penyelaman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terbanyak di wilayah timur. Belum lagi kini kami kembangkan 10 destinasi Bali baru. Destinasi ini kami bilang sebagai unggulan,” kata Abi yang juga anggota Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Bawah Laut.

Di samping menjadi ajang diskusi perihal strategi pengembangan industri selam nasional, Munas ke-2 PUWSI juga memilih Ricky Soerapoetra sebagai Ketua PUWSI periode 2018-2021.“Saya harap ke depannya PUWSI bisa terus mengembangkan industri selam Indonesia menjadi lebih profesional, berkelanjutan, dan bisa lebih menyejahterakan anggotanya,” ujar Ricky. [H-15]

Ternyata, Ini yang Bikin Turis Dunia Suka Menyelam di Laut Indonesia

JAKARTA, iNews.id – Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki pesona bahari yang tak kalah indah dengan luar negeri. Ada banyak spot cantik yang diincar turis ketika ingin menjelajahi bawah laut Indonesia.

Mulai dari terumbu karang, biota laut yang unik hingga karakteristik laut Indonesia menakjubkan. Lantas, hal apa saja yang membuat turis mancanegara terpikat dengan laut Indonesia?

John Sidjabat selaku pemilik usaha selam dari Global Dive mengatakan, Indonesia memiliki laut yang indah. Turis dunia dari Eropa dan China paling banyak mendominasi datang ke Indonesia hanya untuk berwisata selam.

“Turis Eropa dan China suka dengan Bali, Bunaken, Maratua, Derawan, Raja Ampat. Apa yang highlight pasti diincar mereka,” kata John Sijabat dalam kegiatan Musyawarah Nasional II Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI), di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut John, ada banyak site yang cantik di Indonesia bisa dijual ke turis untuk berwisata menyelam. Masing-masing laut memiliki karakteristik dan keindahannya. Misalnya di Tulamben, Karangasem, Bali Timur yang memiliki keindahan bawah laut menakjubkan karena ada kapal besar yang karam. Bahkan, Anda dapat menemukan aneka ikan unik mola-mola yang berbentuk pipih dengan kuping bulat. Ikan ini hanya ada saat memasuki Agustus.

“Pemula dan yang ahli akan nyaman untuk menyelam di Tulamben. Di sini ada kapal besar yang sudah karam. Tempatnya ini jadi menarik dan khas karena berada di laut dangkal. Hanya ada di sini dan siapa saja bisa menyelam,” kata Ketua PUWSI 2015-2018 ini.

Tak hanya Bali yang memiliki pesona bawah laut menakjubkan. Ketika berada di Ambon, Anda bisa menjumpai hewan laut langka yang hanya ada satu atau dua bulan saja.

“Derawan, Raja Ampat, Gorontalo, dan lainnya juga memiliki karakteristik tersendiri dan dapat memikat turis. Masih ada 600 lebih biota laut yang dapat dijumpai ketika menyelam di perairan Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Abi Carnadie selaku instruktur selam dan Ketua Dewan Pengawas PUWSI mengatakan, wisata selam di Indonesia saat ini menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, survei media internasional menunjukkan, Indonesia adalah destinasi selam terbaik dunia.

“Ada total lebih 35 site penyelaman yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Terbanyak di wilayah timur. Belum lagi kini kami kembangkan 10 destinasi Bali baru. Destinasi ini kami bilang sebagai unggulan,” kata Abi yang juga anggota Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Bawah Laut Kemenpar.

Menurutnya, pariwisata nasional menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019. Dari target tersebut sebanyak empat juta wisman diharapkan datang dari wisata bahari, termasuk dari wisata selam.

Bahkan, Kemenpar menargetkan menambah realisasi untuk pengembangan wisata bahari mulai dari membangun 100 marina baru hingga menambah 100 dive operator baru pada 2019.

Editor : Tuty Ocktaviany

PUWSI Gelar Munas Kedua, Mengejar Target Kunjungan Wisata Bahari

Jakarta (Paradiso) – Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia atau PUWSI optimistis kunjungan wisata di sektor ini terus meningkat. Terhadap rencana pemerintah melalui Kementerian Pariwisata hendak mengembangkan 10 destinasi prioritas yang di dalamnya sebagian obyek wisata selam, dinilainya sangat tepat.

Mendukung pencapaian target kunjungan wisata bahari, sekaligus demi menguatkan industri selam dalam negeri, Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada hari Rabu, 5 September 2018 di Hotel Cemara 2, Menteng, Jakarta Pusat.

Sebagaimana arahan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, saat ini pariwisata nasional tengah menargetkan 20 juta kunjungan wisman pada tahun 2019. Dari target tersebut, 4 juta wisman diantaranya diharapkan bisa datang dari wisata bahari, termasuk dari wisata selam.

Di samping memilih Ketua Umum PUWSI periode 2018 – 2021, Munas ini juga bertujuan untuk membahas program kerja organisasi serta rekomendasi kebijakan nasional yang terkait pengembangan pariwisata selam.

“Laut Indonesia adalah anugerah dan aset berharga yang harus kita jaga dan kembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan wisata selam. Survey media internasional sudah menunjukkan bahwa Indonesia adalah destinasi selam terbaik dunia. Karena itu pelaku usaha wisata selam Indonesia perlu berasosiasi serta menetapkan langkah-langkah yang produktif dan berkelanjutan, supaya kita tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” tegas Ricky Soerapoetra selaku Ketua Panitia Munas ke-2 PUWSI.

Munas ke-2 PUWSI akan membahas sejumlah isu mulai dari standar prosedur keamanan wisata selam, konservasi laut, regulasi izin usaha, sampai kepada investasi dan permodalan dalam industri selam nasional.

“Menurut Laporan Kinerja Kemenpar 2017, saat ini Kemenpar menargetkan tambahan realisasi investasi untuk pengembangan wisata bahari, mulai dari membangun 100 marina baru sampai menambah 100 dive operator baru di tahun 2019. Lewat Munas ke-2 ini, kami berharap ke depannya PUWSI bisa bangkit, berkarya dan ikut berkontribusi dalam mendukung tercapainya target-target tersebut,” jelas Ricky.

Ricky menambahkan bahwa PUWSI juga mendukung penuh pengembangan 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nasional yang ditetapkan Kemenpar.

“Sebagian besar destinasi wisata prioritas Indonesia itu adalah destinasi selam yang sangat potensial menarik wisman, seperti Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Mandalika, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika dan Morotai. Karena itu, kami sebagai asosiasi pengusaha wisata selam tentunya mendukung rencana pengembangan destinasi tersebut, supaya Indonesia memiliki industri selam yang mandiri, profesional dan berkelanjutan,” tambah Ricky.

Munas ke-2 PUWSI terselenggara atas dukungan Dive&Co, Kireina Phinisi, majalah Scuba Diver Australasia Indonesia serta puluhan pelaku usaha wisata selam dari seluruh Indonesia.

PUWSI sendiri merupakan organisasi yang mewadahi para pelaku usaha di bidang wisata bawah laut (underwater tourism) di Indonesia. PUWSI terbentuk pada tahun 2015, dan sejak saat itu PUWSI telah terlibat dalam sejumlah kegiatan yang terkait dengan pengembangan industri wisata selam nasional seperti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR Komisi X tentang regulasi wisata selam, Perumusan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang Kepemanduan Wisata Selam dan Snorkeling, dan FGD Industri Diving Indonesia bersama Kemenpar RI.

Saat ini PUWSI beranggotakan puluhan pelaku wisata selam mulai dari dive center, dive operator, dive shop, dive travel agent, dive resort sampai dengan pengelola liveaboard atau kapal wisata selam dari seluruh wilayah Indonesia. (*)