Pelaku Usaha Rancang Strategi Pengembangan Wisata Selam

TEMPO.CO, Jakarta – Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia atau PUWSI optimistis kunjungan wisata di sektor ini terus meningkat. Terhadap rencana pemerintah melalui Kementerian Pariwisata hendak mengembangkan 10 destinasi prioritas yang di dalamnya sebagian obyek wisata selam, dinilainya sangat tepat.

“Kami sebagai asosiasi pengusaha wisata selam tentunya mendukung rencana pengembangan destinasi tersebut, supaya Indonesia memiliki industri selam yang mandiri, profesional dan berkelanjutan,” kata Ricky Soerapoetra, anggota PUWSI dalam rilisnya yang dikirim ke Tempo, Selasa, 4 September 2018.

 Menurut Ricky, destinasi wisata selam yang menjadi andalan Indonesia di antaranya Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Mandalika, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika dan Morotai. “Masih ada lokasi wisata selam lain yang tidak kalah besar potensinya jika dikelola dengan baik,” ujar Ricky.

Laut Indonesia, menurut Ricky, adalah anugerah dan aset berharga yang mesti dijaga dan dikembangkan. Salah satunya melalui pemanfaatan wisata selam yang peminatnya kian bertambah banyak ini. Survei sebuah media internasional, kata dia, menunjukkan bahwa Indonesia adalah destinasi selam terbaik dunia.

Pelaku usaha wisata selam Indonesia perlu menetapkan langkah strategis pengembangan wisata tersebut. Ricky Berpendapat hal ini penting supaya pengusaha tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Rencana ini masuk dalam agenda Musyawarah Nasional PUWSI ke-2 di Jakarta pada Rabu, 5 September 2018.

Selain merumuskan program kerja, kata Ricky, agenda musyawarah juga memilih Ketua Umum PUWSI periode 2018 – 2021. “Program kerja organisasi serta rekomendasi kebijakan nasional terkait dengan pengembangan pariwisata selam, kami kupas di acara ini,” ujar Ricky yang juga ketua panitia musyawarah tersebut.

Ricky mengutip arahan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyebutkan bahwa target kunjungan wisata Indonesia pada 2019 sebanyak 20 juta. Sebanyak 4 juta di antaranya diharapkan bisa disumbang dari wisata bahari, termasuk dari wisata selam.

“Untuk menggapai itu, dalam munas ini juga membahas sejumlah isu mengenai standar prosedur keamanan wisata selam, konservasi laut, regulasi izin usaha, sampai kepada investasi dan permodalan dalam industri selam nasional,” kata Ricky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *