All posts by admin

Munas ke-III PUWSI Eratkan Kerja Sama Industri Wisata Selam

Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-III dalam format hybrid meeting di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 Anggota PUWSI dari berbagai wilayah Indonesia, yang sebagian besarnya hadir secara virtual.

Munas ke-III PUWSI dibuka oleh Menparekraf Sandiaga Uno serta Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenkomarves Odo R. M. Manuhutu.

”Selamat dan sukses atas kegiatan Munas III PUWSI. Saya harap seluruh pelaku usaha di bidang selam, khususnya di bawah PUWSI dapat saling bekerja sama dalam mengembangkan produk dan industri wisata selam supaya semakin diminati wisatawan mancanegara dan Indonesia,” ujar Sandiaga Uno dalam pidato pembukaannya yang disampaikan secara virtual, Rabu (3/11/2021).

Munas ke-III PUWSI diisi dengan agenda sidang pertanggungjawaban Ketua Umum PUWSI periode 2018-2021 Ricky Soerapoetra, serta sidang pengesahan perubahan AD/ART PUWSI. Sidang-sidang dalam Munas ini dipimpin oleh perwakilan Steering Committee dan Anggota PUWSI, yaitu Firman Adiyaksa dari Scuba Diving Commando, Joseph Ganis dari Liquid Dive Center, dan Restu Anggono dari Wayang Dive Center.

Munas ke-III PUWSI juga berisi agenda pemilihan Dewan Pengawas dan Ketua Umum PUWSI baru untuk periode jabatan 2021-2024.

Nama-nama Calon Ketua Umum yang diusung dalam Munas ke-III PUWSI adalah John Edward Sidjabat dari Global Dive Center, Ebram Harimurti dari Whale Dive Center, dan Arief Yudo Wibowo dari Photodivetrip. Setelah melalui proses pemungutan suara secara online, akhirnya yang terpilih sebagai Ketua Umum PUWSI periode 2021-2024 adalah Arief Yudo Wibowo.

“Terima kasih, saya akan berusaha menjabat amanat ini dengan baik dan menjalankan visi dan misi saya dengan baik. Saya butuh arahan juga dari semua Anggota, ini tugas kita bersama dan saya akan bekerja sama dengan semua stakeholders pariwisata di Indonesia,” ujar Arief di Hotel Harris fX Sudirman, Jakarta, Rabu (3/11).

Salah satu visi yang ditawarkan Arief sebagai Ketua Umum PUWSI adalah penggunaan big data dalam perancangan program kerja organisasi dan pengembangan industri wisata selam.

“Kita perlu mengumpulkan data dan mendesain program dari hasil data itu, karena sekarang sudah era big data. Kita juga perlu menerapkan GDPR (General Data Protection Regulation) karena data privacy itu penting. Tidak semua usaha wisata selam akan bisa berbagi data itu, dan kami akan kembangkan apa saja hasil analisa data tersebut untuk program kerja,” terang Arief.

Arief juga menyatakan langkah awal yang akan ia lakukan sebagai Ketua Umum PUWSI adalah meningkatkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability(CHSE) di kalangan Anggota PUWSI.

“Itu (CHSE) masih kita terus galakkan supaya Anggota PUWSI tersertifikasi, sehingga tidak ada kendala dalam mendapatkan kepercayaan wisatawan selam, terutama dari wisatawan selam domestik,” jelasnya.

Penyelenggaraan Munas ke-III PUWSI didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Samudera Indonesia Peduli, PT Motora Prima Indonesia (MP1), dan Sea Pearl Dive Center.

Kegiatan ini juga dihadiri secara virtual oleh sejumlah perwakilan instansi pemerintahan yakni Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, perwakilan agensi selam NAUI, PADI, SSI, RAID, SDI, PSS, serta perwakilan komunitas dan organisasi seperti GAHAWISRI, GIPI, IATTA, JANGKAR, ASITA, ASTINDO, MASATA, KORMI, Divers Alert Network (DAN) Indonesia, Deep & Extreme Indonesia, dan lain-lain.

( SC MUNAS PUWSI III )

Dana Investasi Pariwisata

FAKTA SEKTOR WISATA
Pariwisata menempati posisi kedua terbesar
distribusi usaha. Jumlah pelaku usaha UMKM
dengan aset Rp 50 juta – Rp 10 miliar sebanyak
16% dari total pelaku usaha 64 juta usaha.
(Data Kemenkop UKM, 2019)
Facing the fact that impact of COVID-19 on
tourism is present, real, and current. No
mobility, no travel, mean no business in
tourism at the moment.

SOLUSI STIMULUS SURVIVAL MODE
EKONOMI

Perpu No.1/2020, Perpres Stimulus
Ekonomi Jilid II & III

Total anggaran untuk pariwisata Rp 298,5
miliar: a.l pengalihan DAK, alokasi subsidi tiket
pesawat, promosi influencer (??) dan insentif
pelaku usaha (??).
Sedangkan saat ini, pelaku usaha membutuhkan
likuiditas untuk tetap bertahan.

Industri Wisata Minat Khusus Bersiap Sambut Pembukaan Kembali Destinasi Selam

Press Release

Untuk Segera Diterbitkan

PUWSI gelar Musyawarah Nasional III di Jakarta

JAKARTA, 29 Oktober 2021 – Pelaku industri wisata minat khusus (selam) bersiap menyambut pembukaan kembali destinasi setelah lebih dari 20 bulan mengalami dormansi akibat pandemi. Harapan berkembang seiring dengan penanganan pandemi yang sudah terkendali, terbukti dengan sinyal pemerintah yang akan membuka kembali layanan wisata selam dan menerima kunjungan turis asing.

Sebagai bentuk kesiapan industri, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) akan melakukan koordinasi nasional dengan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III yang akan diselenggarakan pada 3 November 2021. Pada Munas ini, akan mengundang seluruh anggota untuk melaksanakan kewajiban organisasi berupa evaluasi kepengurusan dan konsolidasi sinergitas antarpelaku industri wisata selam di era new normal.

“Banyak hal telah terjadi selama pandemi yang berpengaruh berat bagi kelangsungan industri wisata selam. Mulai dari penutupan destinasi, cashflow nol, hingga pemutusan hubungan kerja. Kini, melalui Munas, kita harapkan selain untuk menjalankan kewajiban AD/ART organisasi, juga untuk menguatkan sinergi antaranggota PUWSI dalam menyongsong era baru wisata selam yang lebih bertanggung jawab,” ujar Ricky Soerapoetra, Ketua Umum PUWSI 2018-2021.  

Munas dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga M. Uno dan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh jajaran kementerian terkait. Munas akan diadakan secara hybrid dengan pertemuan tatap muka secara terbatas sesuai dengan ketentuan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) di Hotel Harris fX Sudirman Jakarta Pusat serta pertemuan online untuk mengakomodasi anggota perkumpulan di berbagai daerah.

Ricky menambahkan ekowisata akan semakin diminati paska pandemi karena semua wisatawan kini ingin lebih dekat dengan alam. Ini harapan baru, lanjutnya, sekaligus tantangan baru. “Kita juga perlu sharing apa saja yang telah kita lalui selama pandemi. Dan kira-kira rekomendasi apa yang perlu kita usulkan kepada pemerintah untuk perbaikan ke depan nanti.”

Saat ini mayoritas pelaku usaha wisata selam yang menjadi anggota PUWSI juga telah mendapatkan sertifikat CHSE yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga dinilai telah mampu menjalankan kembali usahanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Meski asosiasi ini baru berusia 6 tahun, jumlah keanggotaan PUWSI terus bertambah. Hal ini menandakan industri wisata selam di Indonesia terus berkembang, baik berupa pembukaan dive center baru, resort baru, penemuan situs selam baru, serta jumlah penyelam yang terus bertambah. Hal itu didukung karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar kedua di dunia, dengan ribuan titik selam yang menarik dan tidak ditemukan di destinasi-destinasi selam lain. Sehingga usaha wisata selam merupakan usaha yang prospektif dan sangat menguntungkan.

“Mewakili asosiasi, selama pandemi ini kami juga mengapresiasi sekali berbagai program pemerintah yang melibatkan kalangan industri wisata selam dan memberikan bantuan bagi pelaku usaha selam. Seperti proyek ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) di Bali yang melibatkan ribuan penyelam. Itu sangat membantu pendapatan pekerja wisata selam di masa sulit. Juga berbagai program lain di berbagai destinasi selam lain seperti sertifikasi pemandu selam, konservasi manggrove, dan donasi bagi pekerja selam selama pandemi, serta lain-lain yang juga melibatkan banyak penyelam.”

Selama mempimpin kepengurusan periode 2018-2021, Ricky dibantu Aria Anugraha sebagai Sekretaris Jenderal, Salma Nurhayati sebagai Bendahara, Alvin Arselan (Ketua Bidang Standarisasi), Andi Makmur Ajie Panangian (Ketua Bidang Usaha), M. Rizky Rahmani (Ketua Bidang Hukum), Rani Bustar (Ketua Bidang Lingkungan), Darmawan A. Mukharor (Ketua Bidang Litbang), Yudha Ananda (Ketua Bidang Humas) dan Victor DP (Humas dan Sekreatariatan).

Seluruh pengurus dan anggota PUWSI adalah pemilik badan usaha wisata selam yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia, dari Kepulauan Riau hingga ke Papua Barat.

Munas mengusung tema “Bangkit Bersama untuk Maju Lebih Kuat” sebagai bentuk membangun semangat bagi pelaku usaha wisata selam yang terpukul keras akibat pandemi. Tercatat kinerja usaha wisata selam langsung terpukul 66% pada April 2020 dengan kerugian mencapai 75,8 miliar dalam waktu 3 bulan sejak pandemi merebak di awal tahun 2020. (**)

Informasi Lebih Lanjut:

Ricky Soerapoetra

Ketua Umum PUWSI 2018-2021

Telepon 0812 7411 2888

Tentang Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI)

PUWSI merupakan wadah para pelaku industri wisata selam di Indonesia. Didirikan pada 2015 dengan cita-cita untuk melindungi kepentingan para pelaku usaha wisata selam di Indonesia, wadah untuk turut memberikan solusi dalam permasalahan industri wisata selam, dan untuk menjembatani pelaku usaha wisata selam dengan pemerintah. Untuk mendapatkan informasi publik silahkan mengunjungi situs resmi organisasi di https://puwsi.org/ 

LAPORAN SURVEY 2018

#tolok ukur dari MUNAS II 2018

#Bagaimana MUNAS III 2021 …..?

Laporan Survei Perkumpulan Usaha Wisata Selam (PUWSI) September 2018 1. Gambaran Umum

Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada tanggal 5 September 2018, di Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan ini pihak panitia melakukan survei kepada peserta Munas yang terdiri dari kalangan pelaku usaha wisata selam. Survei dilakukan untuk memahami kondisi usaha wisata selam di Indonesia dari segi potensi pasar, tingkat persaingan dan daya saing usaha, kemitraan, loyalitas pelanggan, kepedulian lingkungan, hingga peran pemerintah terhadap pengembangan industri wisata selam. Selain menjadi ajang pelaksanaan survei, Munas ke-2 PUWSI juga diselenggarakan untuk membahas program kerja organisasi, mendiskusikan rekomendasi kebijakan nasional untuk pengembangan pariwisata selam, serta memilih Ketua Umum PUWSI periode 2018 – 2021.

LOGO-PUWSI-MASTER

MUNAS PUWSI III 2021

REGISTRASI MUNAS PUWSI 2021 & PENDAFTARAN BALON

https://bit.ly/3BrjqDB

Salam,

“BANGKIT BERSAMA UNTUK MAJU LEBIH KUAT”

Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) mengundang seluruh anggota untuk mendukung Musyawarah Nasional 2021 yang akan diselenggarakan pada :

Hari, Tanggal : Rabu, 3 November 2021
Offline : Hotel Harris fX Jakarta (terbatas untuk 25 orang) *
Online : link ZOOM menyusul

Kembali daftarkan diri anda untuk mewakili badan usaha wisata selam dalam mendukung Musyawarah Nasional PUWSI 2021 demi kemajuan organisasi untuk kepentingan kita bersama.

Kami juga meminta bantuan seluruh anggota perkumpulan untuk kembali dapat mengusung bakal calon Ketua Umum Pengurus PUWSI periode berikutnya, mengingat terjadi kendala teknis yang menyebabkan penjaringan data sebelumnya sudah tidak dapat ditarik kembali karena pergantian panitia pelaksana kegiatan (organizing commitee/OC).

Form dan pengajuan nama balon kami tunggu sampai dengan : 1 November 2021.

Salam dan Tetap Semangat,
Panitia Munas PUWSI 2021

  • Penyelenggaraan MUNAS PUWSI 2021 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun mengingat ketentuan protokol kesehatan dan CHSE, pertemuan offline hanya dapat dihadiri oleh maksimum 25 orang yaitu pengurus, pengawas dan majelis sidang.