Category Archives: COVID-19

Dana Investasi Pariwisata

FAKTA SEKTOR WISATA
Pariwisata menempati posisi kedua terbesar
distribusi usaha. Jumlah pelaku usaha UMKM
dengan aset Rp 50 juta – Rp 10 miliar sebanyak
16% dari total pelaku usaha 64 juta usaha.
(Data Kemenkop UKM, 2019)
Facing the fact that impact of COVID-19 on
tourism is present, real, and current. No
mobility, no travel, mean no business in
tourism at the moment.

SOLUSI STIMULUS SURVIVAL MODE
EKONOMI

Perpu No.1/2020, Perpres Stimulus
Ekonomi Jilid II & III

Total anggaran untuk pariwisata Rp 298,5
miliar: a.l pengalihan DAK, alokasi subsidi tiket
pesawat, promosi influencer (??) dan insentif
pelaku usaha (??).
Sedangkan saat ini, pelaku usaha membutuhkan
likuiditas untuk tetap bertahan.

Industri Wisata Minat Khusus Bersiap Sambut Pembukaan Kembali Destinasi Selam

Press Release

Untuk Segera Diterbitkan

PUWSI gelar Musyawarah Nasional III di Jakarta

JAKARTA, 29 Oktober 2021 – Pelaku industri wisata minat khusus (selam) bersiap menyambut pembukaan kembali destinasi setelah lebih dari 20 bulan mengalami dormansi akibat pandemi. Harapan berkembang seiring dengan penanganan pandemi yang sudah terkendali, terbukti dengan sinyal pemerintah yang akan membuka kembali layanan wisata selam dan menerima kunjungan turis asing.

Sebagai bentuk kesiapan industri, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) akan melakukan koordinasi nasional dengan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III yang akan diselenggarakan pada 3 November 2021. Pada Munas ini, akan mengundang seluruh anggota untuk melaksanakan kewajiban organisasi berupa evaluasi kepengurusan dan konsolidasi sinergitas antarpelaku industri wisata selam di era new normal.

“Banyak hal telah terjadi selama pandemi yang berpengaruh berat bagi kelangsungan industri wisata selam. Mulai dari penutupan destinasi, cashflow nol, hingga pemutusan hubungan kerja. Kini, melalui Munas, kita harapkan selain untuk menjalankan kewajiban AD/ART organisasi, juga untuk menguatkan sinergi antaranggota PUWSI dalam menyongsong era baru wisata selam yang lebih bertanggung jawab,” ujar Ricky Soerapoetra, Ketua Umum PUWSI 2018-2021.  

Munas dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga M. Uno dan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh jajaran kementerian terkait. Munas akan diadakan secara hybrid dengan pertemuan tatap muka secara terbatas sesuai dengan ketentuan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) di Hotel Harris fX Sudirman Jakarta Pusat serta pertemuan online untuk mengakomodasi anggota perkumpulan di berbagai daerah.

Ricky menambahkan ekowisata akan semakin diminati paska pandemi karena semua wisatawan kini ingin lebih dekat dengan alam. Ini harapan baru, lanjutnya, sekaligus tantangan baru. “Kita juga perlu sharing apa saja yang telah kita lalui selama pandemi. Dan kira-kira rekomendasi apa yang perlu kita usulkan kepada pemerintah untuk perbaikan ke depan nanti.”

Saat ini mayoritas pelaku usaha wisata selam yang menjadi anggota PUWSI juga telah mendapatkan sertifikat CHSE yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga dinilai telah mampu menjalankan kembali usahanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Meski asosiasi ini baru berusia 6 tahun, jumlah keanggotaan PUWSI terus bertambah. Hal ini menandakan industri wisata selam di Indonesia terus berkembang, baik berupa pembukaan dive center baru, resort baru, penemuan situs selam baru, serta jumlah penyelam yang terus bertambah. Hal itu didukung karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar kedua di dunia, dengan ribuan titik selam yang menarik dan tidak ditemukan di destinasi-destinasi selam lain. Sehingga usaha wisata selam merupakan usaha yang prospektif dan sangat menguntungkan.

“Mewakili asosiasi, selama pandemi ini kami juga mengapresiasi sekali berbagai program pemerintah yang melibatkan kalangan industri wisata selam dan memberikan bantuan bagi pelaku usaha selam. Seperti proyek ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) di Bali yang melibatkan ribuan penyelam. Itu sangat membantu pendapatan pekerja wisata selam di masa sulit. Juga berbagai program lain di berbagai destinasi selam lain seperti sertifikasi pemandu selam, konservasi manggrove, dan donasi bagi pekerja selam selama pandemi, serta lain-lain yang juga melibatkan banyak penyelam.”

Selama mempimpin kepengurusan periode 2018-2021, Ricky dibantu Aria Anugraha sebagai Sekretaris Jenderal, Salma Nurhayati sebagai Bendahara, Alvin Arselan (Ketua Bidang Standarisasi), Andi Makmur Ajie Panangian (Ketua Bidang Usaha), M. Rizky Rahmani (Ketua Bidang Hukum), Rani Bustar (Ketua Bidang Lingkungan), Darmawan A. Mukharor (Ketua Bidang Litbang), Yudha Ananda (Ketua Bidang Humas) dan Victor DP (Humas dan Sekreatariatan).

Seluruh pengurus dan anggota PUWSI adalah pemilik badan usaha wisata selam yang saat ini tersebar di seluruh Indonesia, dari Kepulauan Riau hingga ke Papua Barat.

Munas mengusung tema “Bangkit Bersama untuk Maju Lebih Kuat” sebagai bentuk membangun semangat bagi pelaku usaha wisata selam yang terpukul keras akibat pandemi. Tercatat kinerja usaha wisata selam langsung terpukul 66% pada April 2020 dengan kerugian mencapai 75,8 miliar dalam waktu 3 bulan sejak pandemi merebak di awal tahun 2020. (**)

Informasi Lebih Lanjut:

Ricky Soerapoetra

Ketua Umum PUWSI 2018-2021

Telepon 0812 7411 2888

Tentang Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI)

PUWSI merupakan wadah para pelaku industri wisata selam di Indonesia. Didirikan pada 2015 dengan cita-cita untuk melindungi kepentingan para pelaku usaha wisata selam di Indonesia, wadah untuk turut memberikan solusi dalam permasalahan industri wisata selam, dan untuk menjembatani pelaku usaha wisata selam dengan pemerintah. Untuk mendapatkan informasi publik silahkan mengunjungi situs resmi organisasi di https://puwsi.org/ 

RAPAT ANGGOTA 2020

PUWSI Menyelenggarakan Rapat Anggota 2020 Secara Online. Sehubungan dengan kondisi Covid-19 masih mengancam, maka Pengurus PUWSI mengadakan Rapat Anggota yang merupakan amanat dalam AD/ ART Organisasi secara Online.

Berikut adalah materi presentasi yang disampaikan Ketua PUWSI dan sekaligus meruapakan laporan kegiatan untuk seluruh anggota.

Materi dalam pdf silahkan diunduh disini :

Hasil Meeting dapat didownload di Minutes of Meeting berikut :

INSENTIF PAJAK UNTUK WAJIB PAJAK TERDAMPAK PANDEMI COVID-19

Pemerintah menerbitkan peraturan menteri keuangan untuk memperluas insentif pajak untuk sektor pariwisata. Sebelumnya, sektor pariwisata belum masuk dalam insentif pajak yang diberikan sebagai bagian stimulus ekonomi menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Keringanan pajak bagi sektor wisata ini adalah salah satu wujud komitmen pemerintah membantu pelaku usaha. Meskipun, hal ini masih belum cukup menolong roda perekonomian bisnis wisata yang nyaris berhenti total.

PUWSI hingga saat ini masih berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait untuk memberikan usulan sehingga seluruh pelaku usaha wisata selam mendapat perhatian dari pemerintah.

Berikut adalah salinan Peraturan Menteri Keuangan No.44 Tahun 2020 tentang insentif pajak untuk wajib pajak yang terdampak pandemi
Corona Virus Disease 2019.